Posts

Memaknai Kuliah S1 Desain

Image
Halo semuanya! Sekarang pukul 23.14 WIB, agaknya udah tiga jam Jakarta diguyur hujan. Hari ini cukup ramai, baik pikiran saya maupun lingkungan fisik, hehehe. Sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB, Banten mengalami gempa dengan kekuatan magnitudo 6, alhasil daerah-daerah sekitarnya juga ikut merasakan. Alhamdulillah tidak berpotensi tsunami dan tidak ada gempa susulan. Menjelang tengah malam ini, saya ingin menuliskan rasanya jadi sarjana. Kilas balik dikit, saya masuk kuliah Agutus 2017 dan menyelesaikan pendidikan pada Januari 2021, namun secara resmi lulus dari kampus pada Juli 2021.  Awalnya saya menjalankan kuliah karena tanggung jawab sebagai anak. Bagi saya kuliah adalah hal biasa yang harus saya jalani sebagai bagian dari keluarga yang hampir semuanya merupakan lulusan universitas. Tujuan saya adalah mengikuti arahan orang tua menyelesaikan studi dan lulus tepat waktu. Kendati begitu, saya menyadari enggak semua orang punya kesempatan seperti saya. Melanjutkan ke bangku ku...

Naksir Orang di Weekend

Halo semuanyaaa Check-in dulu, sekarang jam 09.43. Naksir orang, udah lama saya enggak ngerasain hal kayak gitu. Terakhir SMA (empat tahun lalu), tiba-tiba tahun ini  muncul orang yang menarik bagi saya. Menarik karena saya bingung, naksir dalam artian jatuh cinta atau sekedar kagum? Lucu juga hal-hal kayak gini lebih berasa pas weekend. Sambil set mood gitu ya kan, liatin fotonya, dengerin lagu-lagu jatuh cinta, kalo sempet baca-baca puisi Aan Mansyur atau Sapardi atau Joko Pinurbo, terus dapet inspirasi nulis.  Enggak sengaja liat postingan temen tentang puisi Aan Mansyur dari bukunya, "Tidak Ada New York Hari Ini." Keinget pernah punya satu kemudian nyari di rak buku dan ketemu. Tahun 2016 kado ulang tahun dari teman saya. Baca-baca isinya ngeliatin apa yang saya highlight, saya tulis, sambil keinget ini buku juga yang nemenin saya waktu naksir orang jaman SMA. Tetap relate sama yang saya rasain sekarang. Ternyata saya enggak banyak berubah, tetap belum belajar caranya...

Tere Liye - Janji (Spoiler Alert)

Halo semuanya!  Di selasa malam yang pagi ini (jam 19.25), saya pengin cerita pengalaman baca Janji, buku dari penulis favorit saya, Tere Liye. Buku ini saya beli bulan lalu di Mal Kelapa Gading. Entah kenapa setiap liat buku Tere Liye merasa harus beli dan baca karena enggak pernah mengecewakan. Saya kenalan sama buku Tere Liye sejak SMP, waktu itu sempat minjem dari teman buku beliau yang judulnya "Ayahku (Bukan) Pembohong". Itu jadi novel pertama yang bikin saya nangis selama pengalaman membaca buku. Lanjut ke Janji.  "Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa. Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa.  Tapi sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap? Di manakah hakikat kehidupan itu tersembunyi? Apakah seperti yang kita lihat dari luar saja?  Inilah kisah tentang janj...

Cerita #4

Halo semuanya! Saya mulai nulis jam 20.04, abis hujan suasananya adem. Saya lagi makan Sosis Kanzler Keju, rada kecewa kejunya cuma seiprit di ujung-ujung, tapi enggak papa sih karena enak. Jadi, kembali lagi ke seri Cerita. Hari ini saya mau tulis cerita bagian 4, tentang kejadian-kejadian yang menurut saya unik atau aneh yang pernah saya alamin yang kadang enggak ada faedahnya, saya tulis biar inget aja. Hari ini ada tiga cerita bertema angkot.   1. Per-Sohiban Dunia Angkot Seperti yang udah pernah saya ceritakan, kalau dulu selama enam tahun saya selalu naik angkot untuk pulang. Ini cerita jaman SMP ketika saya selalu naik angkot biru, yang melatih saya memiliki jiwa penyabar dan tahan PHP. Jadi, untuk sampai rumah, saya harus naik angkot biru M-XX ke arah Pasar A. Satu aja, enggak harus sambung angkot. Enak, kan? Tinggal setop, naik, ketawa-ketawa di angkot, sampe rumah, tepar. Tapi, untuk naik angkot ini ternyata sesulit mencari jarum dalam jerami. Pertanyan andalan saya ...

Nyetir dan Bikin SIM

Image
Halo semuanya! Sekarang pukul 21.01 WIB. Mumpung besok libur, jadi pengin cuap cuap. Kemarin di Jakarta hujan seharian, mood nya enak buat kerja santai. Terus jam empat sore sambil diguyur hujan rintik-rintik saya berangkat les mobil untuk tiga jam terakhir. Hari ini enggak hujan, tapi adem. Kucing saya sampe tidur nyenyak seharian (ya biasanya juga sih ahaha.) Hawa bulan Oktober tuh emang enak banget ya, walaupun harus selalu sedia payung. Judulnya nyetir. Iya sekitar dua atau tiga minggu lalu saya mulai ambil kelas nyetir lagi. Dulu jaman baru lulus SMA (empat tahun lalu, tuwir juga), saya pernah ambil les tapi enggak langsung bikin SIM. Terus jarang nyetir, jadi ilang feelingnya. Karena sekarang merasa butuh bisa, untuk hal-hal tertentu khususnya kalo ada hal  urgent jadi saya belajar lagi. Tadinya mau belajar sendiri sama Bapake, udah tanya-tanya temen saya juga tuuh yang baru bikin SIM, tapi saya memutuskan buat les. Kalo nunggu belajar sama Bapak, mungkin baru tahun depan bis...

Haruki Murakami - Kafka on The Shore (Spoiler!)

Image
Disclaimer: Bukan review/resensi pro, rawan misinterpretasi Halo semuanya! Kali ini saya pengin share   experience pertama kali baca buku karya Haruki Murakami, yaitu Kafka on The Shore. Buku ini saya beli di bandara sekitar tahun 2017. Waktu pertama kali baca, karena kapasitas otak saya yang 2kb mungkin ya, saya kurang paham. Tapi, awal tahun ini (empat tahun kemudian) saya mulai baca lagi dan sempet nggak bisa move on.  Narasinya jago memainkan perasaan pembaca, emosi saya dibawa naik-turun sampe halaman terakhir. "It's all a question of imagination. Our responsibility begins with the power to imagine. It's just as Yeats said: In dreams begin responsibility. Turn this on its head and you could say that where there's no power to imagine, no responsibility can arise." (Hal. 141) Menurut pemahaman saya, dalam buku ini Murakami menekankan pada kekuatan sebuah imajinasi. Dari imajinasi, tercipta spirit untuk melakukan sesuatu. Kejadian yang dialami karakter-karakter ...

Cerita #3

Halo semuanya! Hari ini saya mulai nulis jam 11.41, cuaca cerah agak berangin, terakhir hujan kayaknya minggu lalu. Enggak apa nggak hujan dulu, biar renovasi lapangan tennis depan rumah cepat selesai xixi. (Update, draft ini saya lanjutkan seminggu kemudian, udah beberapa kali turun hujan). Hari ini saya mau tulis cerita bagian 3, tentang kejadian-kejadian yang menurut saya unik atau aneh yang pernah saya alamin yang kadang enggak ada faedahnya, saya tulis biar inget aja. Hari ini ada dua cerita.  1. Lintas Sumatra 2019 BC (Before Corona), keluarga saya memutuskan pulang kampung ke kampung halaman orang lain (alias engga ada kampung karena keluarga besar pada di Jakarta), yaitu Palembang. Dulu kami sempat tinggal di Palembang sekitar 2 tahun, makanya kota tersebut menyimpan cukup banyak memori untuk keluarga kami khususnya orang tua saya.  Selayaknya perjalanan kami dulu, kami pergi menggunakan mobil dan kapal dari Pelabuhan Merak. Singkat cerita kami sampai di lintas Sumatra...